RPP (Micro teaching)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Sekolah                          : SMP

Kelas/Semester               : IX/I

Mata Pelajaran               : IPA (FISIKA)

Pertemuan ke-                :  1 (Satu)

Alokasi Waktu               : 1 JP (1 x 15’)

Standar Kompetensi      : 1       Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kompetensi Dasar          : 1.1    Mendeskripsikan muatan listrik untuk memahami gejala-gejala listrik statis serta kaitannya dalam kehidupan sehari-hari.

Indokator                       : –        Menjelaskan benda dapat bermuatan listrik bila dengan dilakukan dengan cara tertentu

–                Memberi contoh peristiwa yang menghasilkan benda bermuatan listrik.

 

I. Tujuan Pembelajaran

Peserta didik dapat:

1.      Mencari informasi melalui studi pustaka untuk menemukan teori tentang munculnya muatan listrik pada suatu benda, dan benda-benda yang dapat bermuatan listrik.

2.      Mencari informasi melalui studi pustaka dan melakukan percobaan untuk mengetahui contoh peristiwa yang menghasilkan benda bermuatan listrik.

II. Materi Pembelajaran

Listrik Statis

A.    Benda Bermuatan Listrik

Setiap zat tersusun atas atom-atom yang tersusun dari inti atom dan elektron. Inti atom (nukleus) terdiri atas proton dan neutron. Partikel yang bermuatan positif disebut proton, yang bermuatan negatif disebut elektron dan yang bersifat netral disebut neutron. Gaya ikat inti terhadap elektron antara bahan satu dengan yang lain berbeda. Karena sesuatu hal, elektron dapat lepas dari lintasannya dan berpindah ke atom lain. Perpindahan elektron tersebut menyebabkan perubahan muatan suatu atom.

Atom dikatakan bermuatan negatif jika kelebihan elektron sedangkan atom dikatakan bermuatan positif jika kekuarangan elektron. Adapun yang dikatakan atom netral jika jumlah proton dan elektron sama. Dengan demikian muatan listrik suatu zat tergantung dari jenis muatan listrik atom-atomnya. Jika atom-atom benda lebih cenderung melepaskaan elektron, maka zat yang disusunnya lebih cenderung bermuatan positif. Sebaliknya jika atom-atom benda lebih cenderung menangkap elektron, maka zat yang disusunnya cenderung bermuatan negatif.

B.     Membuat Benda Bermuatan Listrik

1.      Menggosok

Benda netral dapat dibuat menjadi bermuatan listrik dengan cara digosok. Muatan listrik pada sebuah benda, sangat dipengaruhi olah muatan listrik atom-atom penyusunnya.  Ada atom-atom yang cenderung melepas elektron, tetapi ada juga atom-atom yang cenderung mengikat elektron. Jika dua benda tersusun dari atom-atom yang memiliki perbedaan sifat tersebut saling digosokkan maka, maka interaksi itu akan lebih mudah membuat benda bermuatan listrik.

Contohnya antara kaca dan kain sutera. Mula-mula kaca dan kain sutera adalah benda netral. Jika kain sutera digosokkan pada kaca, maka elektron-elektron kaca akan berpindah menuju sutera, sehingga kaca menjadi bermuataan positif. sementara itu kain sutera menjadi bermuatan negatif karena mendapat tambahan elektron

Contoh lainnya adalah kain wool dan palastik. Mula-mula kain wool dan plastik adalah benda netral. Jika kain wool digosokkan pada plastik, maka elektron-elektron kain wool akan berpindah menuju plastik, sehingga plastik menjadi bermuataan negatif. Sementara itu kain wool menjadi bermuatan positif karena kehilangan elektron-elektronnya.

2.      Induksi

Induksi (pengaruh) listrik dapat digunakan untuk membuat benda netral menjadi bermuatan listrik, ini dilakukan dengan cara mendekatkan benda yang bermuatan listrik ke benda netral. Benda bermuatan negatif jika didekatkan dengan benda netral akan menarik semua muatan positif benda netral ke salah satu ujung, akibatnya ujung lain bermuatan negatif. Jika muatan negatif duhubungkan denagn bumi kemudian diputus, benda netral tadi akan berubah menjadi benda bermuatan positif, karena benda netral akan menjadi kekurangan elektron (bermuatan positif). Induksi dalam jumlah muatan tertentu dapat mengakibatkan muatan listrik melompati gap (jarak pemisah), dalam hal ini dapat menimbulkan lintasan bunga api. Salah satu peristiwa yang besar adalah terjadinya petir.

3.      Konduksi

Bahan konduktor dapat diberi muatan listrik dengan cara konduksi. Bahan konduktor adalah bahan tertentu yang memungkinkan sejumlah electron mengalir secara bebas pada keseluruhan badan. Dalam memberi muatan secara konduksi terjadi kontak langsung antara kedua benda, dan sejumlah electron berpindah dari satu benda ke benda yang lainnya.

 

C.     Sifat-sifat Muatan Listrik

1.      Interaksi antara benda-benda yang bermuatan listrik.

    • muatan sejenis tolak-menolak (contoh: ebonit yang telah digosok dengan kain wool yang didekatkan sisir plastik yang telah digosok kain wool juga, karena keduanya bermuatan listrik negatif)
    • muatan tidak sejenis tarik-menarik (batang kaca yang telah digosok dengan kain sutera dan sisir plastik yang telah digosok dengan kain wool. Batang kaca bermuatan positif sedangkan sisir plastic bermuatan negatif sehingga kedua benda tersebut saling tarik-menarik)

 

 

III. Strategi Pembelajaran

–        Pendekatan     : Contextual Teaching and Learning (CTL)

–        Metode            : Ceramah, diskusi informasi, demonstrasi , dan pemberian tugas.

 

IV. Langkah-langkah Kegiatan

a.       Kegiatan Pendahuluan (3’)

1.      Guru mengingatkan kembali tentang konsep atom kepada siswa.

2.      Guru bertanya kepada siswa apakah siswa pernah melakukan kegiatan menggosok-gosok penggaris kemudian mendekatkannya pada potongan-potongan kertas kecil, kemudian Guru memancing siswa dengan pertanyaan, “Mengapa potongan kertas kecil tersebut bisa menempel pada penggaris?”

3.      Guru menjelaskan kepada siswa tujuan dari pembelajaran yang akan disampaikan.

b.      Kegiatan Inti (9’)

1.      Guru membimbing siswa dalam pembelajaran (menyajikan materi pembelajaran) dengan demonstrasi.

2.      Guru memberikan pertanyaan yang bersangkutan dengan demonstasi kepada siswa.

3.      Siswa dan guru melakukan diskusi informasi untuk menyimpulkan hasil demonstasi.

4.      Siswa mencatat hasil pengamatan dalam catatan masing-masing siswa.

c.       Kegiatan Penutup (3’)

1.      Guru dengan metode tanya jawab membahas hal-hal yang kurang jelas

2.      Guru memberi informasi tentang materi pelajaran untuk pertemuan berikutnya

 

V. Alat/Bahan dan Sumber Belajar

a.       Alat/Bahan:

1.      Penggaris

2.      Sisir plastik

3.      Kertas

b.      Sumber belajar:

1.      Buku KTSP IPA Terpadu untuk Kelas IX SMP/MTs, Sukis Wariono, dkk. Pusat Pembukuan Depdiknas, halaman 111-118.

2.      Dll.

 

VI. Penilaian

a.       Teknik Penilaian:

Tes tertulis

b.      Bentuk Instrumen:

Tes uraian

c.       Contoh Instrumen:

No. Indikator Uraian Bobot Kunci Jawaban
1 Menjelaskan benda dapat bermuatan listrik bila dengan dilakukan dengan cara tertentu 1.   Kapan benda akan dikatakan bermuatan bermuatan positif, negatif, dan netral?

 

30 Ø  Benda bermuatan positif ketika jumlah proton lebih banyak daripada electron

Ø  Benda dikatakan bermuatan negative ketika jumlah electron lebih banyak daripada proton

Ø  Benda dikatakan netral ketika jumlah proton dan electron sama

2.   Apakah setiap benda yang digosok dengan benda lain akan bermuatan listrik? 30 Bisa, namun jenis muatan yang dihasilkan tergantung jenis benda yang digosok dan jenis benda yang digunakan untuk menggosok.
2 Memberi contoh peristiwa yang menghasilkan benda bermuatan listrik. 3.   Berilah contoh peristiwa yang dapat menghasilkan benda sehingga dapat bermuatan listrik! 40 Ø  Penggaris yang digosok dengan kain wol kemudian di dekatkan dengan serpihan-serpihan kertas kecil

Ø  Kaca yang digosok dengan kain sutera, akan terjadi perpindahan electron dari kaca menuju kain sutera. Kaca akan kekurangan electron sehingga bermuatan positif.

Ø  Dll.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: